Ketahui Risiko Penyakit Dari Lingkar Perut

Kalau kita perhatikan secara seksama, banyak yang memiliki tubuh yang biasa tapi perut besar. Hal ini ternyata justru berbahaya dan berisiko terkena penyakit lebih tinggi.

Apakah Anda juga termasuk yang memiliki perut besar? mulai sekarang Anda harus lebih waspada karena menurut penelitian-penelitian terbaru, pengukuran lingkar perut lebih akurat untuk mengetahui risiko penyakit.

perut buncit

Lalu berapa sih lingkar perut yang ideal itu?

Menurut informasi lingkar perut yang ideal bagi pria tidak lebih dari 90 cm.

Untuk wanita ternyata lebih sedikit yaitu kurang dari 80 cm.

Nah, apakah lingkar perut Anda sudah termasuk ideal? jika belum saatnya untuk menguranginya.

Menurut riset terhadap lebih dari 650.000 orang, diketahui bahwa risiko penyakit meningkat secara konsisten setiap penambahan lingkar perut sebanyak 5 cm.

Bahkan orang dengan berat badan normal tapi lingkar perutnya besar tetap bersiko tinggi terkena penyakit.

Distribusi Lemak

Ada dua jenis distribusi lemak yaitu sebagian orang memiliki lemak di sekitar paha dan bokong tapi bagian atas tubuhnya langsing, ini merupakan tipe tubuh pir.

Sedangkan yang kedua adalah tipe tubuh apel yaitu membawa lemak mereka di sekitar perut dan biasanya bagian pahanya tidak besar. Bentuk tubuh seperti ini umumnya dimiliki oleh pria yang disebut dengan perut bir.

Walau setiap kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, tapi khususnya untuk perut bir sangat terkait dengan sindrom metabolik.

Apa sih sindrom ini? Sindrom metabolik ini merupakan kondisi dimana tingkat tekanan darah, gula darah, dan juga lemak darah (kolesterol) tinggi. Akibatnya bagi yang memiliki perut bir berisiko mengalami penyakit perlemakan hati dan penyakit jantung.

Kondisi ini, lemak tidak hanya ditemukan di bawah kulit saja tapi juga didalam bagian tubuh yakni menyelimuti organ vital. Dan ini merupakan kodnsisi yang paling bahaya.

Belum ada kejelasan mengapa lemak menumpuk di berbagai area tubuh, tapi hormon stres kortisol diketahui bisa meningkatkan risiko deposit lemak di perut.

Makanya Anda harus berusaha mengendalikan tingkat stres dengan rutin latihan aerobik. Karena hal ini terbukti efektif menurunkan risiko obesitas sentral dan juga lemak liver.

loading...
adnow-verification-code:dc2c0dca0a48e6efb2d670b3dc63ed68 IBX583A7DF101CF1